Sehari Bersua #1

Jam weker berdering tepat pukul 04:30, adzan shubuh mulai terdengar dari toa tempat ibadah terdekat. seorang gadis bertubuh kecil, dengan rambut panjang sebahu terbangun dari tidurnya. saat Handphone sudah menjadi alat yang canggih untuk membangunkan seseorang dari tidurnya. ia masih sebegitu cintanya dengan jam weker lawas seharga 15000 ribu yang ia beli di toserba langganannya di pasar. matanya mengerjap perlahan, samar-samar melihat sekeliling kamarnya yang masih tampak gelap, karena belum terkena seberkaspun cahaya. tangannya meraba sekitar bantal, mencari jam wekernya yang masih berdering. 
Akhirnya ia duduk di atas ranjang, menahan rambutnya dengan jepit berwarna merah muda. Menyibak selimut bergambar beruang yang juga berwarna merah muda. Ia melangkah menuju dapur, mengambil teko untuk memasak air. Sambil masih mencoba sadar dari tidurnya, ia mengisi air di teko hingga 3/4 menuju penuh. Lalu memanaskannya di atas kompor. Langkahnya berlanjut menuju bilik kamar mandi. Air yang …

cinta dan kasih



Apa salahnya punya mata?
Meski ia hantarkan luka
Apa salahnya punya hati?
Meski tak selalu bahagiakan diri
Apa salahnya jatuh cinta?
Meski ujungnya tak bersama
Tidak ada yang salah jika aku menyukaimu
Bukan hal yang salah juga jika kau menyukainya
Sama halnya jika aku mendambakan pujangga
Kaupun berhak mendambakan sesiapa saja
Tidak heran jika kaupun menginginkannya
Parasnya indah khas nirwana
Polah tingkahnya anggun bak putri raja
Bidadari surga yang lahir di dunia
Sama sepertimu ia begitu istimewa
Sempurna dimata ku yang hina
Terimakasih pernah mengijinkan ku jatuh cinta
Terimakasih pernah hadir sebagai sosok hampa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN (Kisah Kasih Nyata), Mitos atau Fakta ?

Berenang bersama warga Jogjakarta asli di kolam renang Umbang Tirta

Falling in Love with Wira Setianagara