Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Hitam dan Tercemar

  ' Like living in the dream.' Kabut menyelimuti langit pukul 05.30 pagi. Benda tak padat, yang tak bisa digenggam itu menelisik anggun di antara pepohonan, membuat beberapa dahan ketutupan. Seperti di dalam lukisan, kabut itu turun dari langit, ke sela sela pohon, hingga berbaur dengan orang-orang di atas tanah. Kabut datang bersama hawa dingin yang mengungkung sekujur tubuh. Seolah es yang membekukan kulit bagian luar, mendekap kuat tapi tak menghangatkan. Meski dingin menerjang, udara pagi di pegunungan tetap menawan paru paru yang penuh kepulan asap kendaraan dan tembakau bakar. Katlya duduk di pembatas jalan, merapatkan jaket yang dikenakan. Hidungnya memerah dan berlendir, pipinya dingin tapi kenyal seperti kue mochi di dalam freezer. Ia menggosokkan telapak tangannya mencari kehangatan. Seperti naga kehilangan daya, nafasnya menyemburkan asap tanpa api. "Kenapa mbak motornya? Mogok?," seorang pria paruh baya dengan celana pendek dan celurit menghampiri Katlya.

Lorong Abu - abu

Aku berada di lorong yang salah. Aku berjalan di tengah kerumunan yang berbeda. Kepala ku menengadah mencari celah, papan petunjuk, sorot lampu, atau bisikan bisikan pemandu. Tapi, yang ku temui malah justru bayangan hitam yang menyesatkan ku jauh semakin dalam ke lorong tak berujung. Dengan genangan air hujan yang tak berhenti selama sepekan. Lalu hawa dingin seolah menggerogoti tulang ku.  Aku bisu di depan mu, tidak bisa berkata apa apa, tidak bisa menatap apa apa. Selain tubuh mu yang melayang di depan ku. Lalu aku menangis, terisak, histeris. Tapi tak bersuara juga tak bersua dengan pertolongan. Aku mengusap wajah ku yang tak basah oleh air mata. Justru hati ku yang kesakitan akibat kekeringan namun masih terus di peras oleh duka.  Kamu masih menggantung di depan ku, bibir mu biru, tubuh mu beku. Kaki mu dingin bak sikap mu pada ku, atau mungkin lebih. Sedetik kemudian badan mu kejang bergerak - gerak. Lalu aku goyangkan saja lebih keras. Siapa tahu kamu jatuh, tapi terny