Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Hitam dan Tercemar

  ' Like living in the dream.' Kabut menyelimuti langit pukul 05.30 pagi. Benda tak padat, yang tak bisa digenggam itu menelisik anggun di antara pepohonan, membuat beberapa dahan ketutupan. Seperti di dalam lukisan, kabut itu turun dari langit, ke sela sela pohon, hingga berbaur dengan orang-orang di atas tanah. Kabut datang bersama hawa dingin yang mengungkung sekujur tubuh. Seolah es yang membekukan kulit bagian luar, mendekap kuat tapi tak menghangatkan. Meski dingin menerjang, udara pagi di pegunungan tetap menawan paru paru yang penuh kepulan asap kendaraan dan tembakau bakar. Katlya duduk di pembatas jalan, merapatkan jaket yang dikenakan. Hidungnya memerah dan berlendir, pipinya dingin tapi kenyal seperti kue mochi di dalam freezer. Ia menggosokkan telapak tangannya mencari kehangatan. Seperti naga kehilangan daya, nafasnya menyemburkan asap tanpa api. "Kenapa mbak motornya? Mogok?," seorang pria paruh baya dengan celana pendek dan celurit menghampiri Katlya.

Sebuah Skenario Kematian

 Awan mendung ini datang lagi, setelah bertahun-tahun lamanya berhasil ditahan, diikat dalam sebuah pohon bernama masa lalu. Entah bagaimana, rasanya semua jadi sia-sia, jadi semakin buruk adanya. Kali ini, aku sudah tidak kuat lagi rasanya, ingin sudahi saja semua.  Terkadang aku merasa seperti tengah duduk di sebuah balkon lantai dua, berbincang dengan semua teman dan pacar. Orang-orang yang aku harap masih bisa memberikan aku kebahagiaan dan perhatian. Tapi, di tengah perbincangan aku merasa ingin melompat dari balkon. Aku, ingin terjun begitu saja dari sebuah balkon yang tidak terlalu tinggi bangunannya. Di bawah, aku membayangkan ada sebuah kolam renang, cukup luas untuk berendam sekitar lima puluh orang. Aku, mencoba terjun ke sana.  Memang dasarnya bodoh hitung-hitungan, aku jadi salah perkiraan. kepala ku terantuk tepi kolam renang. Pecah, darahnya bercucuran dan berceceran. Lantai itu jadi basah bersimbah darah. Teman-temanku terkejut, apalagi pacarku. Bagaimana bisa, gadis ya