Sehari Bersua #1

Jam weker berdering tepat pukul 04:30, adzan shubuh mulai terdengar dari toa tempat ibadah terdekat. seorang gadis bertubuh kecil, dengan rambut panjang sebahu terbangun dari tidurnya. saat Handphone sudah menjadi alat yang canggih untuk membangunkan seseorang dari tidurnya. ia masih sebegitu cintanya dengan jam weker lawas seharga 15000 ribu yang ia beli di toserba langganannya di pasar. matanya mengerjap perlahan, samar-samar melihat sekeliling kamarnya yang masih tampak gelap, karena belum terkena seberkaspun cahaya. tangannya meraba sekitar bantal, mencari jam wekernya yang masih berdering. 
Akhirnya ia duduk di atas ranjang, menahan rambutnya dengan jepit berwarna merah muda. Menyibak selimut bergambar beruang yang juga berwarna merah muda. Ia melangkah menuju dapur, mengambil teko untuk memasak air. Sambil masih mencoba sadar dari tidurnya, ia mengisi air di teko hingga 3/4 menuju penuh. Lalu memanaskannya di atas kompor. Langkahnya berlanjut menuju bilik kamar mandi. Air yang …

jauh

jauh...
bagaimana aku harus memulai dengan sesuatu yang jauh
jauh...
bagaimana aku harus mendefinisikan sesuatu yang jauh
jauh...
bagaimana aku bisa merasakan sesuatu yang jauh
persetan dengan logika
demi Tuhan hati merasa
apa yang jauh begitu terasa di dada
dan apa yang ada dimata malah tak kasat mata
jauh...
ada a dan u
ada ja dan uh
seperti seharusnya
cukup ada dan kamu....
kenapa harus ada dia
sebagai definisi jarak diantara kita...
aku benci dia yang terlalu sempurna untuk menjadi jarak antara kita
tapi aku suka kamu
yang terlalu jauh untuk ku miliki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN (Kisah Kasih Nyata), Mitos atau Fakta ?

Berenang bersama warga Jogjakarta asli di kolam renang Umbang Tirta

Falling in Love with Wira Setianagara