Postingan

Halwa si ojek cinta

Gambar
"gua pergi dulu ya"
"mau kemana?"
"mau ngejemput pacar orang."

Terang Halwa sambil lalu. Dengan tergesa-gesa ia mengenakan flat shoes birunya, dengan tas ransel yang masih menggantung sebelah. Setengah berlari ia turun menuju parkiran, mencari beat warna hitam yang ia pinjam dari seniornya di ekskul teater.

Dua menit kemudian Halwa kembali muncul di depan ruang siar. Dengan nafas yang terengah-engah, dia masuk sambil melepas sepatu asal.

"kunci motor gua mana ya chik."

Aku sedikit melirik padanya yang sibuk menelanjangi meja komputer penyiar. Tak lama tangannya menyentuh kunci motor tanpa gantungan di sebelah monitor komputer. Aku diam saja melihat tingkah paniknya.

"aku pergi ya gaes."

Halwa melambai asal pada mahluk yang tersisa di ruang siaran. Setelahnya dia menghilang, pergi dengan pacar orang.

....

"chik, temen gua putus sama pacarnya gara-gara gua."

Kalimat tersebut menjadi pembuka, sebuah cerita picisan tentang seora…

Dari UMKM Untuk Milenial

Gambar
Dinas Koperasi dan UMKM DIY, menggandeng para pelaku UMKM yang dekat dengan milenial. baik dari produk yang dipasarkan, maupun cara penjualannya, ditargetkan untuk mudah dijangkau oleh kaum milenial. Sebut saja dari ranah kuliner, diantara beragam produk makanan kekinian yang ditampilkan, memang digandrungi generasi muda. Hadir juga produk-produk konvensional yang diolah sedemikian rupa, sehingga menarik untuk berbagai kalangan. Misalkan, salah satunya adalah produk jamur krispi milik ibu Lestari. jamur yang disajikan, merupakan hasil budidaya miliknya sendiri. Selama beberapa tahun menjalankan usahanya, 'krispi jamur tiram butari' sudah berhasil dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Yogyakarta. Pada gelar produk UMKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, bu Tari mengeluarkan versi baru dari jamur krispi olahannya. merk yang digunakan juga berubah menjadi Sehi jamur tiram. dengan kemasan yang lebih kekinian dan mudah dibawa kemana-mana,  cemilan ini sesua…

PENGEN DISAYANG TAPI OGAH PACARAN

Gambar
sumber : https://farm5.staticflickr.com/4718/39266356404_cc602e4442_b.jpg
“Berada dalam posisi yang pengen di sayang, di perhatiin, tapi males pacaran.” “Pengen disayang, tapi males terjebak dalam drama – drama pacaran.” Hayo ngaku, siapa yang pernah update status kaya gitu, atau mungkin pernah ngalamin kondisi semacam itu?. Angkat tangannya ayo ayo... sejatinya setiap manusia memiliki hak atau kebebasan dalam berpendapat atau berekspresi sih ya. Kita juga tidak akan pernah tahu, apa sih penyebab bisa mengalami kondisi semacam itu?. Pernah terluka atas hubugan yang telah lalu? Belum bisa move on? Atau jangan – jangan karena takut berkomitmen?

Well, ini hanya sekedar tanggapan saya. Jadi menurut kamu? Pacaran itu apa sih? Apakah hanya sebuah hubungan antara laki – laki dan perempuan yang saling suka, jalan bareng, berantem, berantem, berantem lagi, berantem terus, dan berakhir begitu saja. Kalau aku sendiri sih, ‘Big No’. Pacaran dimata aku bukan sekedar istilah hubungan antara laki – laki …

KKN (Kisah Kasih Nyata), Mitos atau Fakta ?

Gambar
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu tugas intra kulikuler yang diberikan kampus atau perguruan tinggi kepada mahasiswa/i sebagai salah satu syarat kelulusan. Program KKN ini biasanya dilaksanakan dengan membagi mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas yang berbeda ke dalam satu kelompok secara acak. Dalam satu kelompok bisa terdiri dari 10 hingga 20 mahasiswa/i. Kemudian diterjunkan ke dalam satu wilayah seperti dusun atau desa, mulai dari wilayah terpencil hingga wilayah perkotaan. Tergantung kepada kebijakan kampus.
Terlepas dari kebutuhan KKN sebagai satu syarat kelulusan dari pendidikan di bangku Universitas, ada banyak mitos yang melingkupi mahasiswa KKN. Mulai dari posko KKN yang horor, atau daerah KKN yang terpencil, Konflik dengan teman seposko hingga yang paling santer dibicarakan generasi milenial 'Cinta Lokasi'. Apakah cinta lokasi dalam KKN hanyalah mitos layaknya kuda bercula, atau air terjun tempat mandi bidadari? ataukah memang benar adanya …

Insomnia

Malam semakin larut oh bukan, pagi sebentar lagi datang. Ku dengar matahari mulai berjalan menuju langit kota kita. Sementara aku disini, secara sepihak merindukan mu. Menghabiskan malam dengan menatapi potret mu di langit langit kamar. Menyumpal kenangan akan suara hangat mu dengan sebuah lagu berjudul Rumah. Lagu itu mengatakan bahwa kau akan pulang. Jarimu akan mengisi sela jari ku yang hampa. Bibir mu  akan mengisi kening ku yang kering. Aroma tubuh mu akan mendekap ku. Membebat hidungku dengan aroma kerinduan yang lama aku dambakan.


Sayangnya, aku tahu betul, bagaimana lagu itu membohongi ku. Bertahun-tahun, ribuan kali aku dengarkan, jutaan kali aku senandungkan. Tidak sesentipun bagian tubuh mu muncul di hadapan ku. Mataku menatap potret wajah mu yang memakai topi berbentuk kepala anjing. Kau tersenyum lebar, mata mu berbinar. Aku duduk disebelahmu, mengenakan topi berbentuk kepala panda, mengabadikan momen kita.

Tiba-tiba muncul hujan deras dihatiku beserta badai besar yang me…

Sajak untuk Babah

Sepasang


Ada sepasang sepatu
Berjalan seiringan
Sejalan
Tapi tak bisa bersentuhan
Ada sepasang telinga
Mendengar setiap suara yang sama
Tapi tak mendengar satu sama lain berbicara
Ada sepasang mata yang berdampingan
Satu pandangan
Tapi tak pernah saling memandang
Ada sepasang raga berjauh jauhan
Namun hatinya bertautan
Ada dua rasa yang bergetar pada dentum yang sama
Adalah saat dua kulit bergesekan
Saling remas
Saling sentuh
Saling jaga
Saling rasa
Ada sepasang kekasih
Yang saling cinta
Tapi tak bersama
Jadi saling rindu
Karena lama tak bertamu

Lorong Abu - abu

Aku berada di lorong yang salah. Aku berjalan di tengah kerumunan yang berbeda. Kepala ku menengadah mencari celah, papan petunjuk, sorot lampu, atau bisikan bisikan pemandu. Tapi, yang ku temui malah justru bayangan hitam yang menyesatkan ku jauh semakin dalam ke lorong tak berujung. Dengan genangan air hujan yang tak berhenti selama sepekan. Lalu hawa dingin seolah menggerogoti tulang ku. 
Aku bisu di depan mu, tidak bisa berkata apa apa, tidak bisa menatap apa apa. Selain tubuh mu yang melayang di depan ku. Lalu aku menangis, terisak, histeris. Tapi tak bersuara juga tak bersua dengan pertolongan. Aku mengusap wajah ku yang tak basah oleh air mata. Justru hati ku yang kesakitan akibat kekeringan namun masih terus di peras oleh duka. 
Kamu masih menggantung di depan ku, bibir mu biru, tubuh mu beku. Kaki mu dingin bak sikap mu pada ku, atau mungkin lebih. Sedetik kemudian badan mu kejang bergerak - gerak. Lalu aku goyangkan saja lebih keras. Siapa tahu kamu jatuh, tapi ternyata kam…