Sehari Bersua #1

Jam weker berdering tepat pukul 04:30, adzan shubuh mulai terdengar dari toa tempat ibadah terdekat. seorang gadis bertubuh kecil, dengan rambut panjang sebahu terbangun dari tidurnya. saat Handphone sudah menjadi alat yang canggih untuk membangunkan seseorang dari tidurnya. ia masih sebegitu cintanya dengan jam weker lawas seharga 15000 ribu yang ia beli di toserba langganannya di pasar. matanya mengerjap perlahan, samar-samar melihat sekeliling kamarnya yang masih tampak gelap, karena belum terkena seberkaspun cahaya. tangannya meraba sekitar bantal, mencari jam wekernya yang masih berdering. 
Akhirnya ia duduk di atas ranjang, menahan rambutnya dengan jepit berwarna merah muda. Menyibak selimut bergambar beruang yang juga berwarna merah muda. Ia melangkah menuju dapur, mengambil teko untuk memasak air. Sambil masih mencoba sadar dari tidurnya, ia mengisi air di teko hingga 3/4 menuju penuh. Lalu memanaskannya di atas kompor. Langkahnya berlanjut menuju bilik kamar mandi. Air yang …

Dari UMKM Untuk Milenial


Dinas Koperasi dan UMKM DIY, menggandeng para pelaku UMKM yang dekat dengan milenial. baik dari produk yang dipasarkan, maupun cara penjualannya, ditargetkan untuk mudah dijangkau oleh kaum milenial.
Sebut saja dari ranah kuliner, diantara beragam produk makanan kekinian yang ditampilkan, memang digandrungi generasi muda. Hadir juga produk-produk konvensional yang diolah sedemikian rupa, sehingga menarik untuk berbagai kalangan.
Misalkan, salah satunya adalah produk jamur krispi milik ibu Lestari. jamur yang disajikan, merupakan hasil budidaya miliknya sendiri. Selama beberapa tahun menjalankan usahanya, 'krispi jamur tiram butari' sudah berhasil dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Yogyakarta.
Pada gelar produk UMKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, bu Tari mengeluarkan versi baru dari jamur krispi olahannya. merk yang digunakan juga berubah menjadi Sehi jamur tiram. dengan kemasan yang lebih kekinian dan mudah dibawa kemana-mana,  cemilan ini sesuai untuk milenials dengan mobilitas yang tinggi. Teknologi ziper lock yang digunakan, memudahkan pembeli untuk mengkonsumsi jamur krispi ini dimana saja dan kapan saja. Tanpa harus takut membuat jamur yang ada didalamnya kehilangan kerenyahannya.
Selain seusai untuk anak muda, olahan jamur ini juga bisa dikonsumsi oleh anak-anak mulai dari usia balita. Sebab disajikan tanpa menggunakan MSG. Sehingga rasa gurih yang ditawarkan asli dari rasa jamur. Meskipun membeli menu original, namun rasa yang disajikan cukup beragam. Mulai dari asin, gurih dan manis berpadu dengan apik di dalam mulut. Dalam produk yang baru diluncurkan tersebut juga tersedia varian jamur krispi dengan tingkat kepedasan hingga level 3.
Cara bu Tari menarik milenials terbukti ampuh, dalam hitungan jam setelah diluncurkan, produk Sehi jamur krispi varian pedas level 2 dan 3 sudah habis terjual. Ditawarkan seharga 13 ribu rupiah, dan dapat dipesan secara online melalui akun instagram @jamur.krispi.butari, jamur krispi tiram ini tentunya sesuai untuk milenials yang masih duduk di bangku sekolah. Bahkan, olahan jamur ini juga dapat dipesan untuk berbagai acara, mulai dari ulang tahun, arisan, dan lain sebagainya. dengan tampilan produk yang lebih menawan, produk yang satu ini juga sangat cantik untuk dijadikan sebagai oleh-oleh maupun cindera mata.
Berbicara mengenai cindera mata, salah satu mitra Dinas Koperasi dan UMKM DIY, merupakan pengrajin kulit. Mulai dari kulit ikan pari, kulit sapi hingga kulit ular dan buaya. Produk olahannya terdiri dari gantungan kunci, name card, dompet pria dan wanita, ikat pinngang, dan juga tempat hp. Pembeli dapat memesan produk satuan, maupun dalam jumlah banyak. Bahkan bisa juga memilih desain sesuai yang diinginkan. Dari hanya menambahkan nama, hingga bentuk atau model produk yang diinginkan dapat disesuaikan.


Sudah berdiri sejak tahun 90-an hingga saat ini, dengan menyandang nama Fanri Collection. Produk dibandrol dengan harga mulai dari 5 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Bergantung pada kulit dan model yang digunakan. Untuk kulit ular dan buaya di produksi berdasarkan order pelanggan. Sementara untuk kulit sapi dan ikan pari terus diproduksi. Jika kulit ular dan buaya didapatkan dari tempat penangkaran. Kulit ikan pari merupakan olahan limbah. Dimana biasanya, ikan pari hanya dikonsumsi dagingnya saja. Katalog produk dan pemesanan online dapat dilakukan melalui website www.fanri-collection.blogspot.com ataupun surat elektronik dengan alamat fanri.jogja@gmail.com.

Milenials saat ini, terutama para remaja putri sudah pandai merawat diri sejak dini. Video yang menampilkan, cara merawat dan merias diri banyak ditampilkan melalui berbagai platform media baru maupun media konvensional. Puspa Nyindra Material SPA and Aromatherapy, merupakan salah satu mitra Dinas Koperasi UMKM DIY, yang menjual beragam produk untuk merawat diri. Seperti lulur untuk badan, garam untuk mandi, paket mandi dan perawatan area kewanitaan, atau bahkan garam untuk menghilangkan kotoran, sel kulit mati dan rasa lelah di badan. Menghabiskan akhir pekan dengan menggunakan paket lulur badan seharga 5 ribu rupiah, rasanya menjadi impian sederhana para gadis. Merawat diri dengan bahan dan rempah alami, tanpa mengeluarkan biaya yang banyak. Tidak perlu meragukan kualitas yang ditawarkan. Sebab, selain dijual pribadi, produk dari Puspa Nyindra ini juga biasa dikirim untuk penggunaan di hotel yang memiliki fasilitas SPA. Kabar gembira untuk yang berdomisili di Yogyakarta, sebab anda dapat memesan produk ini secara online, dan akan diantarkan hingga ke tempat tujuan. Bagi yang berdomisili diluar Yogyakarta, juga dapat menerima produk ini melalui jasa pengiriman paket. Selain sesuai untuk digunakan pribadi, memberikan paket kecantikan merawat diri dengan bahan alami untuk orang terdekat juga bisa dilakukan. informasi lebih lanjut, bisa didapatkan dengan menghubungi nomor ibu Ratih di 081904204244.

Batik sebagai salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia telah diakui dunia. Sehingga menggunakan batik, kini bukan lagi hal yang kuno atau ketinggalan jaman. Justru akan terlihat mencintai negara sendiri. Model dan corak batik saat ini juga sudah banyak yang terlihat lebih menarik dan dinamis. Salah satu yang memproduksi batik dengan corak yang sesuai dengan generasi muda adalah batik badong. Kiprahnya dalam menciptakan corak batik untuk generasi muda sudah diakui banyak pihak. Bahkan produknya juga beberapa kali tampil di acara-acara televisi. mulai dari batik tulis hingga batik cap, semuanya tersedia dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Gunung Merapi dan sumber daya alamnya menjadi inspirasi dari sebagian besar corak batik yang dihasilkan. Tidak hanya menjual kain bati, batik badong juga membuka workshop, untuk pengunjung yang ingin memperlajari cara pembuatan kain batik. Seluruh kegiatan dan juga produk batik badong, dapat ditelusuri melalui akun intagram @badongbatik dan @badongbatikkatalog.

Selanjutnya, program pembinaan dan pendampingan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, mencangkup beragam produk. Selain pakaian dan makanan, ada juga unit usaha bunga anggrek hutan. Balelawang species orchid, menawarkan beragam jenis bunga anggrek hutan, yang bisa dirawat di rumah maupun di kos. Cara perawatannya yang cukup mudah, membuat anggrek hutan juga bisa dirawat oleh anak kos. Meskipun tumbuh di hutan, namun saat mekar bunganya tampak cantik dan anggun. Media penanamannya juga unik, seperti sabut kelapa dan arang kayu. Tanaman cantik ini, dapat dipilih dan dipesan melalui akun instagram @balelawang.

Semua produk yang ditampilkan dalam gelar produk UMKM oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY memiliki daya tariknya masing-masing, dengan daya saing yang tinggi. Terbukti dari mulai usia usaha yang sudah bertahan bertahun-tahun, distribusi produk pada pasar yang lebih besar, hingga kualitas produk yang ditawarkan. dengan bantuan pengembangan usaha oleh PLUT JOGJA, produksi produk UMKM dapat lebih dimaksimalkan, dan pemasarannya dapat jauh berkembang lebih luas. Plut dan Dinas Koperasi dan UMKM DIY, bekerjasama membawa UMKM yang berdaya saing tinggi dan ramah untuk setiap generasi. Sehingga setiap UMKM memiliki jenjang usaha yang menjanjikan kedepannya.

Komentar

  1. Semoga produk dalam negeri bisa go internasional.
    Asalkan yg atas ga cuman janji dan janji, muehehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN (Kisah Kasih Nyata), Mitos atau Fakta ?

Berenang bersama warga Jogjakarta asli di kolam renang Umbang Tirta

Falling in Love with Wira Setianagara