Postingan

Hitam dan Tercemar

  ' Like living in the dream.' Kabut menyelimuti langit pukul 05.30 pagi. Benda tak padat, yang tak bisa digenggam itu menelisik anggun di antara pepohonan, membuat beberapa dahan ketutupan. Seperti di dalam lukisan, kabut itu turun dari langit, ke sela sela pohon, hingga berbaur dengan orang-orang di atas tanah. Kabut datang bersama hawa dingin yang mengungkung sekujur tubuh. Seolah es yang membekukan kulit bagian luar, mendekap kuat tapi tak menghangatkan. Meski dingin menerjang, udara pagi di pegunungan tetap menawan paru paru yang penuh kepulan asap kendaraan dan tembakau bakar. Katlya duduk di pembatas jalan, merapatkan jaket yang dikenakan. Hidungnya memerah dan berlendir, pipinya dingin tapi kenyal seperti kue mochi di dalam freezer. Ia menggosokkan telapak tangannya mencari kehangatan. Seperti naga kehilangan daya, nafasnya menyemburkan asap tanpa api. "Kenapa mbak motornya? Mogok?," seorang pria paruh baya dengan celana pendek dan celurit menghampiri Katlya. ...

KKN (Kisah Kasih Nyata), Mitos atau Fakta ?

Gambar
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu tugas intra kulikuler yang diberikan kampus atau perguruan tinggi kepada mahasiswa/i sebagai salah satu syarat kelulusan. Program KKN ini biasanya dilaksanakan dengan membagi mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas yang berbeda ke dalam satu kelompok secara acak. Dalam satu kelompok bisa terdiri dari 10 hingga 20 mahasiswa/i. Kemudian diterjunkan ke dalam satu wilayah seperti dusun atau desa, mulai dari wilayah terpencil hingga wilayah perkotaan. Tergantung kepada kebijakan kampus. Terlepas dari kebutuhan KKN sebagai satu syarat kelulusan dari pendidikan di bangku Universitas, ada banyak mitos yang melingkupi mahasiswa KKN. Mulai dari posko KKN yang horor, atau daerah KKN yang terpencil, Konflik dengan teman seposko hingga yang paling santer dibicarakan generasi milenial 'Cinta Lokasi'. Apakah cinta lokasi dalam KKN hanyalah mitos layaknya kuda bercula, atau air terjun tempat mandi bidadari? ataukah memang benar adany...

Insomnia

Malam semakin larut oh bukan, pagi sebentar lagi datang. Ku dengar matahari mulai berjalan menuju langit kota kita. Sementara aku disini, secara sepihak merindukan mu. Menghabiskan malam dengan menatapi potret mu di langit langit kamar. Menyumpal kenangan akan suara hangat mu dengan sebuah lagu berjudul Rumah. Lagu itu mengatakan bahwa kau akan pulang. Jarimu akan mengisi sela jari ku yang hampa. Bibir mu  akan mengisi kening ku yang kering. Aroma tubuh mu akan mendekap ku. Membebat hidungku dengan aroma kerinduan yang lama aku dambakan. Sayangnya, aku tahu betul, bagaimana lagu itu membohongi ku. Bertahun-tahun, ribuan kali aku dengarkan, jutaan kali aku senandungkan. Tidak sesentipun bagian tubuh mu muncul di hadapan ku. Mataku menatap potret wajah mu yang memakai topi berbentuk kepala anjing. Kau tersenyum lebar, mata mu berbinar. Aku duduk disebelahmu, mengenakan topi berbentuk kepala panda, mengabadikan momen kita. Tiba-tiba muncul hujan deras dihatiku beserta badai besar...

Sajak untuk Babah

Sepasang Ada sepasang sepatu Berjalan seiringan Sejalan Tapi tak bisa bersentuhan Ada sepasang telinga Mendengar setiap suara yang sama Tapi tak mendengar satu sama lain berbicara Ada sepasang mata yang berdampingan Satu pandangan Tapi tak pernah saling memandang Ada sepasang raga berjauh jauhan Namun hatinya bertautan Ada dua rasa yang bergetar pada dentum yang sama Adalah saat dua kulit bergesekan Saling remas Saling sentuh Saling jaga Saling rasa Ada sepasang kekasih Yang saling cinta Tapi tak bersama Jadi saling rindu Karena lama tak bertamu

Lorong Abu - abu

Aku berada di lorong yang salah. Aku berjalan di tengah kerumunan yang berbeda. Kepala ku menengadah mencari celah, papan petunjuk, sorot lampu, atau bisikan bisikan pemandu. Tapi, yang ku temui malah justru bayangan hitam yang menyesatkan ku jauh semakin dalam ke lorong tak berujung. Dengan genangan air hujan yang tak berhenti selama sepekan. Lalu hawa dingin seolah menggerogoti tulang ku.  Aku bisu di depan mu, tidak bisa berkata apa apa, tidak bisa menatap apa apa. Selain tubuh mu yang melayang di depan ku. Lalu aku menangis, terisak, histeris. Tapi tak bersuara juga tak bersua dengan pertolongan. Aku mengusap wajah ku yang tak basah oleh air mata. Justru hati ku yang kesakitan akibat kekeringan namun masih terus di peras oleh duka.  Kamu masih menggantung di depan ku, bibir mu biru, tubuh mu beku. Kaki mu dingin bak sikap mu pada ku, atau mungkin lebih. Sedetik kemudian badan mu kejang bergerak - gerak. Lalu aku goyangkan saja lebih keras. Siapa tahu kamu jatuh, t...

Si Kopi Susu

Cecilia Pranotowati, gadis keturunan chines pecinta senja yang setiap sore duduk di beranda rumah menyecap matcha latte buatan sendiri. Pikirannya sering merantau ke dunia lain, menilik aneka ragam kehidupan yang tidak dia temui di dunia nyata. Terkadang lamunannya bubar ditengahi suara abang tukang ketoprak yang sibuk menjajakan kecambah dan kerupuk di dalam gerobak. Dilain hari lamunannya mengalir sampai tiba ayahnya kembali dari mencari nafkah. Lalu mereka masuk bersama ke dalam rumah, berbincang sedikit tentang pasar modal sebelum akhirnya lenyap menuju aktifitas bersih-bersih sore. Cecilia hanyalah gadis sederhana, hidup dengan imajinasi di sela-sela kegiatannya sebagai penulis lepas di dunia maya. Setiap hari adalah hari libur dan hari bekerja untuknya, bisa saja dia bersantai di pagi hari lalu bekerja keras dari sore hingga malam. Hari ini Cecilia mengenakan kaos biru bergambar pipa rokok kesukaannya. Duduk menghadap ke jendela sebuah Cafe di salah satu pusat perbelanjaan. Mat...

#kupu-kupu di perut ku

Aku ingin merebahkan kepala ku di pundak mu. Sekaligus menyandarkan hati ku ke jiwa mu. Bintang gemintang berbisik kepada bulan. Katanya, aku terlalu mencintai sosok mu. Apapun itu aku hanya ingin menyemai setiap lembar langit malam bersama mu. Aku ingin mengantongi setiap impian bersama mu. Melangkah dalam jurang duka dan jembatan cita sambil menggenggam telapak tangan kasar mu. Aku rasa ilmuwan tak lagi butuh penelitian untuk membuktikan keberadaan manusia listrik. Nyatanya, setiap insan yang jatuh cinta selalu mengalami sengatan di sekujur tubuhnya. Hatinya yang berjingkat senang kelonjakan sengatan listrik ke seluruh tubuh. Mengalirkan darah segar warna merah muda dengan rasa manis legit. Kamu tahu?, Saat kamu melangkah ke arah ku, saat senyum mu tertuju pada ku, saat suara mu menggelitik telinga ku. Ada jutaan kupu-kupu yang lama tidur tiba-tiba bangun dan menguar dalam perutku. Menggelitik setiap rongga kosong yang tiba-tiba menjadi penuh oleh paras mu. Hatiku kalah tel...

~Sebab aku tidak berbohong tentang cinta ku~

Hujan mengingatkan ku pada kota Bogor. Rintik airnya mengingatkan ku pada kerinduan. Dan aromanya, mengingatkan ku pada deru suara motor mu yang membelah jalanan. Lalu semua kenangan tentang mu berputar layaknya layar sinema tengah malam, tanpa jeda iklan. Ingatkah kamu pada hari terakhir kita bertemu di bawah rintik hujan. Tubuh mu basah kuyup oleh hujan dan wajah ku basah kuyup oleh air mata. Bahkan saat matahari bersinar yang ku ingat bukan terang, tapi kisah kita yang berakhir di pinggir jalan. Aku tidak takut sakit karena kehujanan. Aku hanya takut kamu tak kembali bahkan ketika hujan sudah pergi. Sampai hari ini saat gerombolan air datang menyemai bumi, aku masih mencium aroma mu pada hari itu. Aroma parfum mu yang tak pernah hilang di terpa hujan. Aroma tubuh mu yang menguar dan begitu akrab dalam ingatan. Bahkan kepulan asap knalpot motor tua yang kau bawa hari itu masih menguar di ingatan ku. Apakah kau mendengar Isak ku pada hari itu?. Isak yang kalah oleh suara petir ...